TRIBUNTRENDS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan pendekatan sanksi yang lebih menekankan pembentukan karakter bagi pelajar SMAN 1 Purwakarta yang terekam mengejek gurunya.

Dedi Mulyadi menilai hukuman tidak seharusnya hanya berupa skorsing tanpa memberikan pembinaan yang berdampak langsung.

Karena itu, Dedi menyarankan agar siswa tersebut diberi tugas sosial di lingkungan sekolah.

Bentuk hukuman yang diusulkan antara lain membersihkan halaman hingga toilet sekolah setiap hari.

Menurutnya, cara ini lebih efektif untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan.

Ia juga menyebutkan bahwa usulan tersebut diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi pihak sekolah.

Dedi menekankan bahwa masa hukuman dapat disesuaikan dengan perubahan perilaku siswa.

Durasi pembinaan, menurutnya, bisa berlangsung satu hingga tiga bulan. Hal itu bergantung pada sejauh mana siswa menunjukkan perkembangan sikap yang lebih baik.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan siswa tidak hanya jera, tetapi juga mengalami perubahan karakter yang positif.

Baca juga: Reaksi Orang Tua Para Murid SMAN 1 Purwakarta yang Mengacungkan Jari Tengah ke Guru, Sebut Menyesal

Dedi Mulyadi Sebut Hukuman Membersihkan Sekolah

Dedi Mulyadi menyarankan agar siswa dihukum membersihkan halaman sekolah hingga toilet.

“Tetapi mendapatkan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet,” sebagai bentuk pembinaan langsung yang berdampak.

Menurutnya, durasi hukuman dapat disesuaikan dengan perkembangan perilaku siswa. 

“Waktunya bisa satu bulan, bisa dua bulan, bisa tiga bulan, tergantung perkembangan anak itu,” kata Dedi. 

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk hukuman seharusnya berorientasi pada manfaat jangka panjang. 

“Prinsipnya dasarnya adalah, setiap hukuman yang diberikan harus bermanfaat bagi pembentukan karakter,” ucapnya, seraya menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membimbing anak.

Sebelumnya, pihak sekolah telah menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari disertai pembinaan di rumah. 

Baca juga: Siswa SMA di Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Ngamuk: Suruh Bersihkan Toilet!

SISWA HINA GURU - Kasus viral di SMA Negeri 1 Purwakarta, siswa mengejek guru di kelas. Banyak orangtua menangis dan menyayangkan perilaku anak-anak mereka. (Youtube Banjarmasin Post News Video)

Orang Tua Siswa Sudah Dipanggil

Dedi mengungkapkan bahwa orang tua siswa juga telah dipanggil dan menunjukkan penyesalan. 

“Orang tuanya menangis merasa menyesal atas perilaku anaknya,” tuturnya, menggambarkan dampak emosional dari insiden tersebut.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki, turut menyampaikan keprihatinan dan kekecewaannya. 

Ia menilai perilaku tersebut bertentangan dengan semangat pendidikan karakter yang diusung melalui program Gapura Panca Waluya. 

“Program ini menekankan pembentukan karakter siswa melalui lima nilai utama, yakni cageur, bageur, bener, pinter, serta singer,” jelasnya.

Baca juga: Siswa SMA di Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Ngamuk: Suruh Bersihkan Toilet!

SISWA SMA VIRAL - Insiden viral di SMA Negeri 1 Purwakarta, siswa mengolok-olok guru perempuan di dalam kelas, Dedi Mulyadi beri kritikan.
SISWA SMA VIRAL - Insiden viral di SMA Negeri 1 Purwakarta, siswa mengolok-olok guru perempuan di dalam kelas, Dedi Mulyadi beri kritikan. (Youtube Banjarmasin Post News Video)

Siswa dari Sekolah Unggulan

Agus menilai insiden ini menjadi ironi, terlebih jika melibatkan siswa dari sekolah unggulan.

Ia menegaskan bahwa tindakan mengejek guru tidak dapat dibenarkan, meski dianggap sebagai ekspresi di dalam kelas. 

“Ketika sudah masuk ke ruang publik, tindakan itu menjadi tidak etis dan melanggar norma,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan kecil dapat berdampak besar terhadap citra institusi pendidikan. 

“Hal kecil yang dianggap biasa bisa meninggalkan jejak yang dalam. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya. 

Dewan Pendidikan pun berharap kejadian ini menjadi refleksi bersama, sekaligus mendorong komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa agar nilai saling menghormati tetap terjaga.

(TribunTrends.com/TribunLampung.co.id)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.