Jakarta (ANTARA) - Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) membangun kolaborasi pelatihan aparatur sipil negara (ASN) bersama German Institute of Development and Sustainability (IDOS) untuk memecahkan masalah kebijakan publik.


Hal itu disampaikan Kepala LAN RI Muhammad Taufiq dalam acara seminar konferensi internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training di Jakarta, Senin. Sebanyak 95 peserta dari berbagai negara turut menjadi peserta dalam seminar tersebut.


"IDOS, MGG (Managing Global Governance) bersama LAN tadi disampaikan oleh Menteri PANRB (Rini Widyantini) mengenai bagaimana kita saat ini adalah membangun sebuah kebijakan yang lebih peka, lebih dekat pada rakyat, yang disampaikan oleh Bu Menteri namanya Human-Based Governance," ucapnya.


IDOS telah bekerja sama dengan LAN selama dua dekade. Adapun, kerja sama saat ini untuk mendorong pelatihan ASN agar mempunyai kemampuan mewujudkan kebijakan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.


Taufiq menjelaskan pelatihan kepada ASN menggunakan pendekatan transformative learning. Pendekatan tersebut, di mana lembaga negara atau kementerian yang bekerja untuk kebijakan publik akan diintegrasikan melalui Kementerian PAN-RB kemudian menghasilkan kebijakan berbasis pendekatan outcome.






Menurut dia, seminar itu juga mengajak masyarakat dunia memahami pentingnya kolaborasi untuk memberantas masalah-masalah di skala nasional maupun internasional.


“Dan ini tidak hanya dilakukan dari grup nasional, tetapi juga internasional, tadi disampaikan oleh Bu Menteri, pentingnya bagaimana kita membangun kolaborasi karena persoalan kemiskinan, persoalan pendidikan, persoalan kesehatan. Itu bukan masalah nasional lagi, tetapi sebuah agenda global untuk membangun satu masyarakat yang sejahtera secara global," ujar Taufiq.


Selain itu, ia menekankan bahwa seminar itu juga merupakan sebuah aksi global dalam menangani berbagai masalah-masalah yang sekarang dihadapi, seperti climate change, kemiskinan hingga demografi.


"Ini merupakan sebuah masalah yang kita angkat sebagai bentuk agenda bersama," tuturnya.


Oleh karena itu, lembaganya bersama IDOS menjalin program-program yang memungkinkan ASN untuk mengembangkan potensi terbaik dalam menyelesaikan masalah terkait kebijakan publik.






"Program-program yang akan kita inisiasi sebagai arahan Bu Menteri tadi, ada exchange untuk pengajar, joint research, joint publication, dan tentunya kita akan membangun network khususnya dari LAN dengan berbagai training institute di berbagai negara." katanya.