Jakarta -
Bersin saat alergi sering kali membuat aktivitas terganggu. Menariknya, riset terbaru menemukan bahwa matcha dapat membantu meredakan gejala tersebut. Begini penjelasannya.
Dilansir dari Food & Wine (20/04/2026), sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal NPJ Science of Food meneliti efek matcha pada tikus yang dibuat memiliki gejala mirip alergi.
Tikus yang diberi ekstrak matcha, ternyata bersin jauh lebih sedikit dibandingkan kelompok tikus tanpa ekstrak tersebut. Menariknya, efek ini tidak bekerja melalui jalur alergi umum seperti imunoglobulin E (IgE), sel mast, atau sel T.
Sebaliknya, matcha justru menekan aktivitas di batang otak yang berkaitan dengan refleks bersin. Hal ini menunjukkan adanya jalur neurologis yang berbeda dalam meredakan gejala alergi. Meski dapat mengurangi gejala bersin, tapi para peneliti menyebut bahwa konsumsi matcha tidak bisa menyembuhkan alergi.
Menurut Osamu Kaminuma, salah satu penulis studi ini, matcha kemungkinan hanya meringankan gejala saja, terutama dalam mengurangi bersin.
"Kami tidak mengklaim matcha memberikan efek pengobatan yang signifikan terhadap alergi, tetapi minuman ini bisa membantu meredakan gejala seperti bersin." ungkap Kaminuma
Minum matcha diketahui dapat memberikan efek signifikan terhadap alergi. Foto: Getty Images/iStockphoto/ddukang |
Sejumlah ahli juga mengemukakan kemungkinan mekanismenya. Kandungan katekin dalam matcha dapat membantu meredakan gejala seperti bersin, hidung gatal, dan mata berair.
Matcha juga mengandung jenis katekin bernama epigallocatechin gallate (EGCG), yang dapat membantu menekan pelepasan histamin yang berkaitan dengan gejala alergi, ujar ahli gizi Keri Gans, RDN, sekaligus pembawa podcast The Keri Report.
"Namun, penelitian ini masih dilakukan pada hewan, sehingga diperlukan studi lanjutan pada manusia sebelum menarik kesimpulan yang pasti," ungkap Keri Gans.
Selain itu, matcha juga tidak akan menggantikan pengobatan alergi yang sudah ada. Dari sisi konsumsi, para ahli menyarankan untuk tidak berlebihan. Konsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir matcha per hari masih dianggap aman.
Hal tersebut diduga karena kandungan katekin di dalam matcha yang dapat meredakan gejala bersin. Foto: Instagram/iStock |
Mengonsumsi terlalu banyak matcha justru bisa menimbulkan efek samping, seperti gangguan tidur atau pencernaan karena kandungan kafeinnya yang cukup tinggi.
Matcha juga memiliki manfaat lain, seperti kandungan L-theanine yang membantu relaksasi tanpa menyebabkan kantuk, serta antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh dan sistem imun. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Produk susu seperti pada matcha latte dapat memengaruhi penyerapan katekin.
Selain itu, teh juga bisa menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi, serta berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu seperti antihistamin atau obat jantung.
Kesimpulannya sah-sah saja minum matcha saat alergi muncul untuk mengurangi gejala bersinnya, tapi tidak boleh dijadikan sebagai obat utama untuk menyembuhkan alergi.

